Penulis : dailytimes

INDRAMAYU-DAILYTIMES,–Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di sebuah sudut kegiatan sosial yang digelar Seroja Katering pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah / 2026 M. Aroma hidangan yang biasanya disiapkan untuk pelanggan kini berpadu dengan senyum puluhan anak yatim yang menerima santunan dan bingkisan penuh kasih.

Momentum Ramadhan dimanfaatkan Seroja Katering untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim tentu atas partisipasi para donatur. Melalui kegiatan santunan tersebut, puluhan anak menerima bantuan berupa uang santunan dan bingkisan.

Pemilik Seroja Katering, Wika Soedjono mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang diterima yang terkumpul dari para donatur selama ini. Ramadhan, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk menebar kepedulian dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

“Alhamdulillah di bulan penuh berkah ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Semoga apa yang kami berikan bisa sedikit membantu dan membawa kebahagiaan bagi mereka, semuanya ada enam puluhan” ujarnya.

Acara santunan berlangsung sederhana namun penuh makna. Anak-anak yatim tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama hingga penyerahan santunan. Tawa ceria mereka menjadi gambaran kebahagiaan yang tercipta dari kepedulian sesama berlangsung di gedung olah raga Futsal di wilayah Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, Senin, 16 Maret 2026.

Tak hanya berbagi santunan, Seroja Katering juga menyiapkan paket bingkisan. Momen kebersamaan itu semakin mempererat rasa kekeluargaan antara para relawan dan anak-anak yatim yang hadir.

Kegiatan sosial tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat maupun pelaku usaha lainnya untuk turut berbagi di bulan suci Ramadhan. Sebab, di tengah kesibukan mencari rezeki, selalu ada ruang untuk menebar kebaikan kepada sesama.

“Kami ucapakan banyak terima kasih kepada para donatur semoga mendapat pahala berlipat dan menjadi keberkahan,” pungkasnya.

Bagi Wika, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga waktu terbaik untuk menyalakan kepedulian. Dari dapur sederhana mereka, lahir bukan hanya hidangan lezat, tetapi juga rasa kasih yang menghangatkan banyak hati.