Penulis : dailytimes

INDRAMAYU,DAILYTIMES.COM,-
Langkah kaki gadis muda asal Indramayu itu menari ringan di atas panggung. Jemarinya lentik, sorot matanya tajam, dan setiap gerak tubuhnya seolah bercerita tentang kekayaan budaya Nusantara. Di balik kelembutan tari yang dibawakannya, tersimpan semangat besar untuk membawa nama daerah ke panggung internasional.

Dialah Aisyah Maulidah, putri berbakat asal Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu yang berhasil menembus Grand Final Asian Ethnic Got Talent 2026, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan para seniman muda berbakat dari berbagai negara di Asia.

Aisyah, yang merupakan murid dari guru tari Sekar Ayu Sanggar Puspaningrat, akan tampil di Sparke Live Hotel Jakarta pada 26–28 Juni 2026 mendatang. Dan diikuti 6 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Timor Leste.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Menurutnya, keberhasilan Aisyah merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indramayu karena menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di tingkat internasional dengan mengangkat seni dan budaya tradisional.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Indramayu. Semoga Aisyah dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,”ujar Bupati.

Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat itu juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung generasi muda yang berprestasi di berbagai bidang, baik seni, olahraga, pendidikan, maupun inovasi.

Aisyah Maulidah bukan nama baru di dunia seni tari. Sejak usia belia, ia telah menunjukkan kecintaan mendalam terhadap tari tradisional, khususnya Tari Jaipong yang menjadi salah satu warisan budaya khas Indramayu. Dengan latihan yang disiplin dan tekad kuat, Aisyah terus mengasah kemampuan hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil dalam kompetisi tingkat Asia.

Keberhasilannya melaju ke grand final menjadi bukti bahwa seni tradisional memiliki daya tarik kuat dan mampu memikat penonton lintas negara. Melalui setiap gerakan, Aisyah tidak hanya menampilkan keindahan tari, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Indonesia khususnya Indramayu kepada dunia.

Dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan. Masyarakat Indramayu, para seniman, guru, hingga pemerintah daerah turut mendoakan agar Aisyah mampu memberikan penampilan terbaik di babak grand final nanti.

“Alhamdulillah, putri tercinta kami bisa tampil di Asian Ethnic Got Talent 2026. Mohon doanya untuk putri kami,” ujar Jujun Juhanda, ayahnda Aisyah.

Bagi Aisyah, pencapaian ini bukan sekadar tentang kompetisi. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa budaya lokal memiliki nilai tinggi dan layak mendapat tempat terhormat di panggung internasional.

Di tengah derasnya arus modernisasi, langkah Aisyah Maulidah menjadi pengingat bahwa akar budaya adalah kekuatan. Dari Indramayu, ia menari membawa harapan, menyulam kebanggaan, dan mengibarkan nama Indonesia di pentas Asia.