Penulis : dailytimes

INDRAMAYU,DAILYTIMES,– Suasana berbeda mewarnai proses pendaftaran Bakal Calon Kuwu (Bacalwu) Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Karnoto / biasa disapa Otoy, datang mendaftarkan diri dengan cara yang sederhana namun sarat makna, yakni menaiki cator (becak motor) yang dikawal keluarga, sahabat, dan sejumlah pendukung.

Di bawah terik matahari pesisir, iring-iringan cator yang membawa Karnoto bergerak perlahan menuju lokasi pendaftaran. Hingga menjadi pusat perhatian warga yang berada di sepanjang jalan menyaksikan momen tersebut dengan antusias. Bagi sebagian masyarakat, pilihan menggunakan cator mencerminkan kedekatan seorang calon pemimpin dengan kehidupan sehari-hari rakyat kecil.

Dengan mengenakan pakaian sederhana dan senyum yang tak lepas dari wajahnya, Karnoto tiba di lokasi pendaftaran dan langsung disambut panitia. Berkas persyaratan yang telah dipersiapkan sebelumnya diserahkan untuk diverifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Karnoto mengatakan, keputusannya maju sebagai Bakal Calon Kuwu PAW dilandasi keinginan untuk mengabdi dan melanjutkan pembangunan desa. Menurutnya, Eretan Kulon memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Saya mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon PAW Desa Eretan Kulon. Untuk persyaratan-persyaratan sudah lengkap dan saya sudah menerima surat peenerimaan berkas dari panitia juga,” ujar Karnoto, Selasa, 9 Juni 2026.

Momentum pendaftaran tersebut bukan sekadar tahapan administratif, melainkan menjadi simbol harapan baru bagi sebagian warga. Kehadiran para pendukung yang mengiringi perjalanan Karnoto menunjukkan besarnya semangat kebersamaan dalam proses demokrasi desa.

Pemilihan Kuwu PAW sendiri digelar untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa hingga akhir masa jabatan yang tersisa. Proses ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pemerintahan dan pembangunan di Desa Eretan Kulon. Desa ini sebelumnya dipimpin oleh Kuwu terpilih sebelum kemudian dilakukan proses PAW akibat kekosongan jabatan.

Bagi Karnoto, perjalanan menaiki cator menuju meja pendaftaran bukan hanya perjalanan fisik, melainkan langkah awal menuju pengabdian yang lebih besar. Di tengah semilir angin laut Pantura, harapan masyarakat untuk hadirnya pemimpin yang dekat dengan rakyat kembali mengemuka, mengiringi setiap putaran roda cator yang mengantarkannya menuju proses demokrasi desa.

Selain itu, kata Otoy, usai mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kuwu PAW kemudian dilanjut bersih-bersih sampah.

“Jadi agenda hari ini itu selain mendaftarkan Bakal Calon PAW setelah mendaftar kita juga melaksanakan gotong royong bersama membersihkan tumpukan sampah di SMK Hasanudin,” imbuhnya.