Penulis : dailytimes

JAKARTA, DAILYTIMES,- Langkah-langkah kecil itu menari lincah di atas panggung. Jemari yang lentik, tatapan mata yang tegas, serta gerakan penuh penghayatan menjadi daya tarik tersendiri. Siapa sangka, di balik usianya yang masih belia, tersimpan bakat luar biasa yang kini mengharumkan nama Kabupaten Indramayu di tingkat nasional.

Aisyah Maulidah, penari cilik asal Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Setelah sebelumnya menjadi perhatian publik karena keberhasilannya menembus Grand Final Asian Ethnic Got Talent 2026, kini Aisyah berhasil meraih Juara I Piala Kementerian Pariwisata dalam ajang tari Jaipong yang diikuti peserta dari berbagai daerah.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda. Dengan balutan busana khas Sunda dan iringan musik tradisional yang menghentak, Aisyah mampu memukau para juri melalui teknik tari yang matang, ekspresi yang kuat, serta penampilan yang penuh percaya diri.

Di balik keberhasilan itu, tersimpan perjuangan panjang yang tidak mudah. Setiap hari, Aisyah menjalani latihan intensif bersama guru tari Sekar Ayu di Sanggar Puspaningrat. Disiplin, ketekunan, dan semangat belajar menjadi bagian dari kesehariannya. Dukungan keluarga juga menjadi kekuatan utama yang mengiringi setiap langkah perjalanan sang penari muda.

Putri pasangan Jujun Juhanda dan Hely tersebut memang dikenal memiliki kecintaan besar terhadap seni tari sejak usia dini. Bakat yang dimilikinya terus diasah hingga mampu tampil dalam berbagai ajang bergengsi. Keberhasilannya meraih Juara I Piala Kementerian Pariwisata menjadi hadiah manis atas kerja keras yang selama ini dijalani dengan penuh kesungguhan.

Prestasi Aisyah pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Sebelumnya, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, juga memberikan dukungan dan penghargaan atas pencapaian Aisyah yang berhasil membawa nama Indramayu ke ajang internasional. Pemerintah daerah berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa.

“Alhamdulillah, pada lomba tari di TMII bekat doa masyarakat Indramayu putri kami, Aisyah Maulida, menorehkan prestasi lagi peringkat pertama,” ujar ayah Aisya Mulida, Jujun Juhanda, Minggu, 31 Mei 2026.

Bagi masyarakat Indramayu, kemenangan ini bukan sekadar raihan trofi. Lebih dari itu, keberhasilan Aisyah menjadi simbol bahwa anak-anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di panggung yang lebih luas. Melalui gerak Jaipong yang anggun dan penuh makna, Aisyah tidak hanya menampilkan sebuah tarian, tetapi juga membawa pesan tentang kecintaan terhadap budaya Nusantara.

“Terimakasih banyak atas doa dan dukungan masyarakat Indramayu. Dan nanti tanggal 26 Juni depan putri kami akan ikut lomba lagi di acara Grand Final Asian Ethnic Got Talent 2026, minta doa dan dukungannya,” imbuhnya.

Kini, nama Aisyah Maulidah semakin dikenal sebagai salah satu bintang muda seni tari yang lahir dari Bumi Wiralodra. Dengan semangat yang terus menyala, ia diharapkan mampu melangkah lebih jauh, meraih prestasi yang lebih tinggi, serta menjadi duta budaya yang membanggakan bagi Indramayu dan Indonesia.