Penulis : dailytimes

INDRAMAYU, DAILYTIMES.COM-
Semangat modernisasi pertanian terus bergulir di wilayah bagian Barat kota Mangga yakni Desa Patrol Lor Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bank Indonesia (BI) bersama sejumlah Kelompok Tani (Poktan) Indramayu, menggelar pelatihan digitalisasi pertanian budidaya bawang merah sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing petani di era teknologi.

Bertemakan ‘Good Agricutural Practices (GAP) Digitalisasi Pertanian IoT NPK Portable Budidaya Bawang Merah ‘ yang dikangsungkan di salah satu halaman rumah warga Patrol Lor H. Awal, Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan yang diikuti para petani bawang merah terdiri dari beberapa Poktan tersebut menghadirkan berbagai materi mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam proses budidaya, mulai dari pengelolaan lahan, pemantauan pertumbuhan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemasaran hasil panen melalui platform digital. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang dikemas secara interaktif dan aplikatif.

Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas petani melalui pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan pertanian yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.

Hal tersebut dipaparkan Konsultan Pengembangan UMKM BI Cirebon, Diding Ismayasa memaparkan, memfasilitasi Good Good Agricutural Practices / pelatihan terkait dengan digital farming yang merupakan salah satu bentuk support bantuan kepada kelompok tani Bawang Merah Kabupaten Indramayu yakni kelompok tani Maju Bersama.

“Memang ini salah satu yang kami lakukan ini untuk mendukung sektor ketahanan pangan,” paparnya kepada dailytimes.com.

Ketua Poktan Maju Bersama Patrol, Casmin mengatakan, merasa terbantu dan senang mendapatn bantuan IoT tersebut, karwna perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan oleh petani agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurutnya, digitalisasi pertanian bukan hanya membantu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga dapat menekan biaya operasional dan mempermudah akses informasi terkait kebutuhan pertanian. Diharapkan Poktan Maju Bersama kedepan lebih maju dan inovatif.

“Alhamdulillah sangat membantu mudah-mudahan untuk petani bawang merah di kelompok tani kami. kami berharap petani-petani belajar menjadi operatornya. Terima kasih BI atas supportnya,” ucapnya.

Melalui pelatihan ini, para petani diperkenalkan pada berbagai aplikasi dan perangkat digital yang dapat digunakan untuk mendukung budidaya bawang merah. Mereka juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pencatatan usaha tani secara digital guna memudahkan pengelolaan keuangan dan evaluasi hasil produksi.

Hal senada dikatan petani sekaligus pengusaha Desa Patrol Lor, H. Awal mengatakan, bantuan dari BI ini berupa Ultigator, IoT, Genset, Blower, dan Plastik UV dimana para petani sangat terbantu.

“Harapanya kedepan ya kerjasama dengan BI semoga lancar jaya bisa memberikan motivasi dan bisa memberikan nilai positif baik untuk petani maupun BI,” ucapnya.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas, kolaborasi antara Bank Indonesia dan Poktan ini menjadi angin segar bagi para petani. Harapannya, penerapan teknologi digital mampu melahirkan petani-petani yang lebih inovatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan pertanian masa depan, sekaligus mendorong bawang merah sebagai komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.